Anwar Hafid Gandeng Hainan, Buka Peluang Kuliah Gratis ke China bagi Anak Sulteng – PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, kembali menunjukkan komitmennya di sektor pendidikan. Dalam sebuah kunjungan bilateral ke Provinsi Hainan, China, pekan lalu, ia berhasil menjalin kerja sama strategis yang membuka peluang bagi generasi muda Bumi Tadulako untuk mengenyam pendidikan hingga ke mancanegara.

Di sela-sela agenda League of Tropical Universities Summit, Anwar Hafid menyampaikan misi besar pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan. “Dengan kolaborasi yang akan tercipta ini, maka anak-anak kami di Sulawesi Tengah akan memiliki kesempatan mengenyam pendidikan hingga ke Hainan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (25/5/2026) .

Langkah ini memperkuat program unggulan yang sudah berjalan, “Berani Cerdas,” yang pada tahun 2025 saja telah memfasilitasi lebih dari 20.000 anak asli Sulteng untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dengan biaya ditanggung penuh oleh pemerintah provinsi .

Bukan Sekadar Kuliah, Tapi Transfer Ilmu dan Ekonomi

Kerja sama dengan Hainan ini tidak hanya terbatas pada pengiriman mahasiswa. Dalam pertemuan dengan Gubernur Hainan, Liu Xiaoming, kedua pihak sepakat memperluas kolaborasi ke mahjong ways 2 berbagai sektor strategis seperti pertanian tropis, perikanan laut, teknologi budidaya, hingga pengembangan logistik dan rantai pasok .

Kesamaan karakter geografis sebagai wilayah tropis dinilai menjadi modal utama. Anwar Hafid optimis bahwa hubungan bilateral ini akan membuka peluang ekonomi baru sekaligus menjadi platform pertukaran pengetahuan antara universitas-universitas di kawasan tropis .

“Tentu kami banyak membahas berbagai peluang kerja sama yang berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat. Hainan dan Sulteng memiliki kesamaan lanskap alam,” tambahnya .

Beasiswa S2-S3 dan Dokter Spesialis Masih Terus Berjalan

Sejalan dengan ekspansi internasional ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga terus menggenjot program beasiswa di dalam negeri. Kepala Dinas Pendidikan Sulteng, Firmanza, mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, kuota beasiswa S2 dan S3 masih tersedia dengan target penerima disesuaikan dengan kebutuhan strategis daerah .

Selain untuk umum, perhatian khusus juga diberikan pada sektor kesehatan. Beasiswa untuk dokter spesialis bonus new member 100 disiapkan dengan skema ikatan dinas, di mana penerima wajib mengabdi di daerah asal selama lima tahun setelah menyelesaikan pendidikan. Hal ini diharapkan mampu menjawab kekurangan tenaga medis spesialis di berbagai wilayah Sulteng .

Dengan adanya kombinasi antara program “Berani Cerdas” yang sudah berjalan dan jalinan kerja sama internasional dengan Hainan, Pemprov Sulteng berharap kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut dapat terus meningkat dan mampu bersaing di kancah global .